Liputan6.com, Jakarta Insiden seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tewas dalam demonstrasi 29 Agustus 2025 karena dilindas rantis Brimob menuai reaksi luas dari masyarakat, termasuk Jerome Polin. Dalam sejumlah unggahannya, influencer yang kerap bicara mengenai matematika ini mengungkap kemarahannya.
Kamis (28/8/2025) jelang tengah malam, ia membagikan sejumlah kalimat berlatar belakang hitam.
"Rakyat ditabrak pake mobil yang dibelinya pake uang pajak rakyat. Rakyat yang ingin menuntut HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," tulis Jerome Polin di awal unggahannya.
Jerome Polin juga menyenggol para anggota DPR yang memilih untuk tak berkantor pada hari demo, sekaligus diksi yang dipilih para wakil saat merespons kondisi terkini. "Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat "t**ol". Malah semena-mena. Ironis.. sedih sekali," kata dia.
Pernyataan ini Jerome Polin tegaskan kembali dalam unggahan di Instagram Stories, "Bayangin duit pajak kita dipake buat beli mobil yang ujung2nya ngelindes kita. Duit pajak dipake buat menggaji orang2 yang menindas kita. Ironis."
Kompolnas turun langsung ke RSCM usai insiden tewasnya Afan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan. Komisioner Choirul Anam menegaskan kasus ini harus diusut tuntas, sementara tujuh anggota Brimob sudah ...
Rakyat Diminta Tak Lagi Apatis
Sementara di kolom caption, Jerome Polin mengajak publik untuk tak lagi acuh dengan kondisi Tanah Air.
"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita. Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan," tulis Jerome Polin.
Dalam unggahan Instagram Stories yang lain, ia membagikan kembali postingan dari akun @wandaponika, yang dialamatkan pada sejumlah pejabat dan wakil rakyat yang mengikuti akunnya. "Aku tahu banyak pejabat dan wakil rakyat yang follow aku. Kalian baca tulisan ini, ya," tulis Jerome Polin.
Unggahan yang ia bagi, berisi permintaan kepada pejabat dan anggota dewan untuk tak lagi menghina rakyat, lebih berempati, hingga kembali ingat bahwa mereka digaji dengan uang pajak.
Netizen Mencemaskan Jerome
Langkah Jerome Polin bersuara rupanya menuai kekhawatiran warganet. Seorang warganet misalnya, bertanya apakah ia tak takut bila akhirnya dimusuhi.
"Kalau untuk kebenaran dan keadilan, aku gak takut dimusuhin dan kehilangan teman. Aku lebih milih kehilangan teman daripada kehilangan integritas dan hak asasi manusia," Jerome Polin menggarisbawahi.
Ada pula netizen yang cemas ia akan mendapat intimidasi karena bersuara mengenai hal ini.
"Kalau mulai ada intimidasi atau ancaman, aku kabarin kalian yah Kalo tiba2 terjadi sesuatu sama aku/ keluarga aku, aku juga bakal kabarin kalian. Kalian semua stay safe juga ya," ujarnya, kemudian mengucap terima kasih dan mengajak untuk terus berjuang bersama.
Insiden Kematian Driver Ojek Online
Diberitakan sebelumnya, kendaraan Brimob yang menabrak dan melindas pengunjuk rasa berjaket ojek online hingga tewas di Jakarta.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia atau Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim memastikan proses pidana transparan dan berkeadilan terhadap tujuh anggota yang berada dalam mobil rantis Brimob.
Dia menjabarkan, identitas mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.