Dokumen Bocor! Tetangga RI Siapkan Skenario Perang Lawan AS Jilid II

16 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Dokumen internal militer Vietnam yang bocor mengungkap kekhawatiran mendalam Hanoi terhadap kemungkinan agresi Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi meski hubungan diplomatik kedua negara tengah mengalami penguatan ke tingkat tertinggi.

Dokumen tersebut disorot dalam laporan The 88 Project, organisasi hak asasi manusia yang memantau situasi di Vietnam. Dalam analisisnya, militer Vietnam disebut telah menyusun skenario menghadapi kemungkinan "perang agresi" AS serta upaya eksternal yang dinilai dapat mengguncang stabilitas pemerintahan Partai Komunis.

Salah satu dokumen utama berjudul "Rencana Invasi AS ke-2", diselesaikan oleh Kementerian Pertahanan Vietnam pada Agustus 2024. Dokumen itu menilai AS sebagai kekuatan "agresif" yang berpotensi menggunakan peperangan nonkonvensional hingga invasi berskala besar terhadap negara yang dianggap keluar dari pengaruhnya.

"Meski risiko perang langsung dengan Vietnam saat ini sangat kecil, karena sifat agresif AS, kami harus tetap waspada terhadap kemungkinan diciptakannya dalih untuk invasi," tulis para perencana militer Vietnam dalam dokumen tersebut, seperti dikutip The Associated Press, Selasa (3/2/2026).

Selain ancaman militer, dokumen itu juga menyoroti ketakutan Hanoi terhadap apa yang disebut sebagai "revolusi warna", yakni gerakan politik yang dinilai dapat memicu pemberontakan internal dan perubahan rezim, seperti yang pernah terjadi di Ukraina dan Filipina.

"Ada konsensus di seluruh pemerintahan dan berbagai kementerian," kata Ben Swanton, direktur The 88 Project sekaligus penulis laporan tersebut. "Ini bukan pandangan kelompok pinggiran atau paranoid, tetapi kekhawatiran yang luas di dalam negara."

Hangat di Meja Diplomasi, Dingin di Ranah Strategi

Pada 2023, Presiden AS saat itu Joe Biden menandatangani Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Vietnam, mengangkat hubungan kedua negara ke level tertinggi, setara dengan China dan Rusia. Namun, dokumen militer 2024 menunjukkan bahwa kemesraan diplomatik itu tidak sepenuhnya menghapus kecurigaan.

Dalam dokumen tersebut, AS digambarkan berupaya menyebarkan nilai-nilai kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia yang dinilai dapat mengubah sistem sosialis Vietnam secara bertahap.

"Rencana Invasi AS ke-2 memberi gambaran paling jelas tentang cara Vietnam memandang kebijakan luar negerinya," tulis Swanton. "Hanoi tidak melihat Washington sebagai mitra strategis sejati, melainkan ancaman eksistensial."

Kementerian Luar Negeri Vietnam tidak memberikan tanggapan atas laporan ini. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menolak mengomentari dokumen tersebut secara spesifik, tetapi menegaskan bahwa kemitraan strategis bertujuan mendorong keamanan dan kemakmuran kedua negara.

"Vietnam yang kuat, mandiri, dan tangguh menguntungkan kedua negara dan membantu menjaga Indo-Pasifik tetap stabil dan terbuka," kata pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.

Bayang-Bayang Sejarah dan China

Sementara itu, analis ISEAS-Yusof Ishak Institute, Nguyen Khac Giang, mengatakan dokumen ini mencerminkan ketegangan internal di Vietnam, terutama dari faksi konservatif Partai Komunis yang dekat dengan militer.

"Militer tidak pernah sepenuhnya nyaman dengan pendalaman hubungan strategis bersama Amerika Serikat," ujarnya.

Profesor National War College di Washington, Zachary Abuza, menambahkan bahwa militer Vietnam masih menyimpan memori panjang perang dengan AS yang berakhir pada 1975.

"Ketakutan terbesar para pemimpin Vietnam bukan hanya agresi militer, tetapi kemungkinan revolusi warna," kata Abuza.

Menariknya, meskipun Vietnam bersengketa dengan China terkait klaim wilayah di Laut China Selatan, dokumen tersebut justru menilai China sebagai pesaing regional, bukan ancaman eksistensial seperti AS.

"China tahu mereka hanya bisa menekan Vietnam sampai batas tertentu," ujar Abuza. "Tekanan berlebihan justru berisiko memicu instabilitas internal di Vietnam."

Vietnam sendiri berada di posisi strategis: China merupakan mitra dagang dua arah terbesar, sementara AS menjadi pasar ekspor terbesar. Kondisi ini memaksa Hanoi terus menyeimbangkan hubungan ekonomi dan diplomatik di tengah rivalitas dua kekuatan global tersebut.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article