Ilustrasi(Dok Istimewa)
SEPANJANG tahun 2025, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan laju yang kian positif. Hal tersebut merupakan upaya bersama dari berbagai stakeholder ekosistem kendaraan listrik, termasuk ENTREV sebagai program kolaborasi pemerintah dan UNDP untuk percepat transisi menuju kendaraan listrik (EV).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 4.778 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.093 lokasi, serta 1.907 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 1.907 lokasi di seluruh Indonesia per Juli 2025. Data ini menunjukkan pemerintah Indonesia dan berbagai stakeholder terkait serius dalam mewujudkan transisi menuju net zero emission 2060.
Dalam pencapaian tersebut, ENTREV berperan melalui empat hal, yakni (a) membangun kerangka kebijakan strategis untuk ekosistem EV di tingkat Nasional dan Sub Nasional, (b) pemasangan stasiun pengisian daya hibah di tiga Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali dan (c) mendorong badan usaha untuk membangun stasiun penukaran baterai, dan (d) edukasi produk ke masyarakat, serta mendorong inklusivitas dalam ekosistem EV.
National Project Manager ENTREV, Nasrullah Salim biasa dipanggil Eriell Salim, menegaskan bahwa pertumbuhan infrastruktur EV tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kolaboratif dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
“Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik bukan semata soal jumlah stasiun pengisian atau penukaran baterai, tetapi bagaimana seluruh ekosistem ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. ENTREV hadir untuk memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik berjalan inklusif, terencana, dan berkelanjutan,” ujar Eriell Salim.
Lebih lanjut, ENTREV juga secara aktif mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan literasi publik, peningkatan kapasitas pemangku kepentingan di daerah, serta mendorong keterlibatan sektor swasta dan komunitas agar pengembangan infrastruktur EV tidak terpusat di wilayah tertentu saja, melainkan tumbuh merata dan berkeadilan.
"Kami percaya bahwa transisi menuju kendaraan listrik adalah perjalanan bersama. Ketika infrastruktur dibangun dengan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan keberpihakan pada masyarakat, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi warisan positif bagi generasi mendatang" tutup Eriell. (H-2)

2 hours ago
1
























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)