Liputan6.com, Jakarta - Fenomena langit selalu menarik perhatian, dan bulan purnama adalah salah satu yang paling dinantikan setiap bulannya. Salah satu purnama yang memiliki julukan unik adalah bulan purnama Snow Moon, yang secara tradisional terjadi setiap bulan Februari. Pada tahun 2026, fenomena ini akan kembali memukau, menawarkan pemandangan indah sekaligus kekayaan sejarah dan makna budaya yang mendalam.
Snow Moon bukan sekadar tontonan astronomi biasa; ia adalah penanda waktu yang kaya akan cerita dari berbagai peradaban. Nama ini diberikan berdasarkan kondisi alam yang dominan di Belahan Bumi Utara, tempat salju tebal sering turun pada bulan Februari. Memahami asal-usul dan makna di baliknya akan menambah apresiasi kita terhadap keindahan alam semesta.
Apa Itu Bulan Purnama Snow Moon?
Bulan purnama Snow Moon adalah sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Februari setiap tahunnya. Secara astronomi, bulan purnama terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus. Kondisi ini menyebabkan seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi memantulkan cahaya Matahari secara penuh, sehingga tampak bulat sempurna dan sangat terang di langit malam.
Meskipun memiliki julukan khusus, Snow Moon secara fisik tidak berbeda dengan bulan purnama lainnya. Perbedaannya terletak pada penamaan tradisional yang berakar pada budaya dan kondisi alam. Fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, tanpa memerlukan peralatan khusus.
Asal-Usul Nama 'Snow Moon'
Nama 'Snow Moon' berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara dan pemukim Eropa awal. Penamaan ini didasarkan pada kondisi alam yang dominan di Belahan Bumi Utara selama bulan Februari, yaitu curah salju yang tinggi.
Dilansir dari The Oklahoman (31/1), bulan februari secara historis merupakan bulan dengan curah salju terberat di Amerika Serikat. Kapten Jonathan Carver, seorang penjelajah Amerika pada tahun 1760-an, mencatat bahwa nama 'Snow Moon' digunakan karena lebih banyak salju turun pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan musim dingin lainnya.
Nama-nama Lain Bulan Purnama Februari
Selain 'Snow Moon', bulan purnama Februari juga dikenal dengan berbagai nama lain di berbagai budaya, yang seringkali mencerminkan kondisi lingkungan atau aktivitas pada masa itu. Beberapa suku asli Amerika, seperti Cherokee, menyebutnya 'Hungry Moon' (Bulan Lapar) atau 'Month of the Bony Moon' karena sulitnya mencari makanan di tengah musim dingin yang keras.
Suku Ojibwe dan Tlingit menamai bulan ini 'Bear Moon' (Bulan Beruang) karena bertepatan dengan waktu kelahiran anak beruang. Sementara itu, suku Cree menggunakan nama 'Bald Eagle Moon' (Bulan Elang Botak) atau 'Eagle Moon', dan suku Dakota menyebutnya 'Raccoon Moon' (Bulan Rakun).
Nama lain seperti 'Groundhog Moon' (Bulan Marmot) oleh beberapa suku Algonquin, dan 'Goose Moon' (Bulan Angsa) oleh suku Haida juga ditemukan. Dalam tradisi Celtic dan Inggris Kuno, nama 'Storm Moon' (Bulan Badai) atau 'Ice Moon' (Bulan Es) umum digunakan, merujuk pada cuaca dingin dan badai yang sering terjadi.
Jadwal Kemunculan Bulan Purnama Snow Moon
Bulan purnama Snow Moon terjadi setahun sekali pada bulan Februari. Untuk tahun 2026, puncak iluminasi Snow Moon diperkirakan terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026, pukul 17.09 Waktu Standar Timur (EST).
Di Indonesia, fenomena ini akan terlihat paling jelas pada Senin malam, 2 Februari 2026, dan juga sepanjang malam hingga terbit fajar. Bulan purnama ini kemungkinan akan terbit sekitar awal malam saat Matahari terbenam dan tetap terlihat hingga dini hari.
Berikut adalah jadwal kemunculan Snow Moon untuk beberapa tahun mendatang:
- 1 Februari 2026: Puncak iluminasi pukul 17.09 EST. Terlihat jelas di Indonesia pada Senin malam, 2 Februari 2026.
- 20 Februari 2027: Pukul 18.23 EST.
- 10 Februari 2028: Pukul 10.04 EST.
- 28 Februari 2029: Pukul 12.10 ET.
- 18 Februari 2030: Pukul 01.20 EST.
Makna Budaya dan Spiritual Snow Moon
Snow Moon memiliki makna yang mendalam di berbagai kebudayaan. Bagi penduduk asli Amerika, penamaan bulan purnama seringkali berfungsi sebagai penanda waktu dan musim, membantu mereka melacak perubahan alam dan aktivitas sehari-hari.
Secara spiritual, Snow Moon dikaitkan dengan refleksi mendalam, ketahanan, pertumbuhan, transformasi, dan pembaruan. Ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan perubahan yang terjadi di dalam diri dan menetapkan niat untuk pertumbuhan di masa depan.
Dalam Islam, fenomena bulan purnama, termasuk Snow Moon, dianggap sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa saat menyaksikannya sebagai wujud rasa syukur dan kekaguman.
Dampak Bulan Purnama Snow Moon bagi Bumi
Secara umum, bulan purnama, termasuk Snow Moon, memiliki beberapa dampak pada Bumi. Salah satunya adalah pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya (pasang perbani) karena gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling memperkuat.
Cahaya Bulan yang penuh membuat langit malam tampak lebih cerah, yang dapat memengaruhi pengamatan bintang dan fenomena astronomi lain yang lebih redup. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa fase bulan purnama dapat memengaruhi pola tidur manusia, meskipun...

1 day ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5108025/original/095547100_1737705898-20250122_100644.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/833429/original/026610300_1426927227-gerhana_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4959178/original/093410900_1727935994-20241003-Gerhana_Matahari_di_Cile_dan_Argentina-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3158602/original/038531800_1592731424-20200621-Suasana-Gerhana-Matahari-Cincin-di-Berbagai-Negara-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3157691/original/018362300_1592579438-astronomy-circle-dark-eclipse-580679.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490875/original/052172000_1770028492-ZZZ_2_6_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5491041/original/010716100_1770078514-Tecno_Spark_Go_3_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2854260/original/061570100_1563248039-epstein_AP.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377561/original/081827500_1760104998-annoyed-young-caucasian-girl-green-shirt-holds-phone-raises-hand-up-isolated-orange-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491321/original/009122300_1770091493-Ilustrasi_smartphone_baru_saat_lebaran.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491265/original/009841100_1770089793-Infotech.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5004923/original/082028400_1731562027-photo_2024-11-14_12-18-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4832793/original/040674400_1715771206-Honor_of_Kings_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5377312/original/048394600_1760088267-iPhone_17_Series_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4205407/original/050665500_1666852451-pile-3d-instagram-logos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490846/original/094261300_1770027052-NumoFest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490787/original/058831400_1770024865-Bigo_Full.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490826/original/067859800_1770026372-Xiaomi_Redmi_Pad_2.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5471807/original/008321600_1768296388-Tampilan_bodi_depan_Vivo_X300_Pro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4719491/original/094959600_1705551079-20240118-Samsung-Galaxy-S24-Series-AP-2.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)