Apa Bahaya Utama Virus Nipah? Penyakit Mematikan Tanpa Vaksin dan Obat Khusus

1 week ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah munculnya kasus baru di India. Meski jumlah kasus relatif terbatas, penyakit ini tetap dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan global paling berbahaya. Alasannya jelas, tingkat kematian yang tinggi, penularan lintas spesies, dan belum adanya vaksin maupun obat khusus untuk menyelamatkan pasien.

Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1998 dan hingga kini masih masuk dalam daftar penyakit prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penyakit ini dinilai berpotensi memicu wabah besar jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, seperti dikutip BBC pada Rabu, 28 Januari 2026.

Tingkat Kematian Virus Nipah Sangat Tinggi

Bahaya utama virus Nipah terletak pada angka fatalitasnya yang mencapai 40 hingga 75 persen. Artinya, dari setiap 10 orang yang terinfeksi, hampir separuhnya berisiko meninggal dunia.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding banyak penyakit infeksi lainnya. Tingginya angka kematian ini diperparah oleh belum tersedianya terapi khusus. Penanganan pasien saat ini masih bersifat supportif, seperti menjaga fungsi pernapasan, cairan tubuh, dan mengatasi komplikasi yang muncul.

Tidak Ada Vaksin dan Obat Khusus untuk Virus Nipah

Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus yang disetujui untuk mengobati infeksi virus Nipah. Kondisi ini membuat upaya penyelamatan pasien sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan kualitas perawatan medis. 

Ketiadaan vaksin juga berarti pencegahan menjadi kunci utama, mulai dari pembatasan kontak dengan hewan pembawa virus hingga pengawasan ketat pada potensi penularan antarmanusia.

Virus Nipah: Penularan dari Hewan ke Manusia

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah dikenal sebagai reservoir alami virus ini, sementara babi sering berperan sebagai inang perantara. 

Penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Inilah yang membuat virus Nipah sulit dikendalikan, terutama di wilayah dengan interaksi erat antara manusia dan hewan.

Gejala Virus Nipah Sering Dianggap Ringan

Bahaya lainnya adalah gejala awal virus Nipah yang kerap tidak spesifik. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada tahap ini, penyakit sering disalahartikan sebagai infeksi ringan. 

Namun, pada sebagian pasien, kondisi dapat memburuk dengan cepat. Gangguan kesadaran, pneumonia, hingga ensefalitis atau peradangan otak bisa terjadi dan berujung fatal.

Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari, bahkan dalam beberapa laporan bisa lebih lama. Selama periode ini, seseorang dapat terlihat sehat tetapi berpotensi menularkan virus ke orang lain.

Faktor inilah yang membuat otoritas kesehatan di berbagai negara meningkatkan skrining dan pemantauan ketat, terutama pada pelaku perjalanan dari wilayah terdampak.

Ancaman Nyata Kesehatan Global

Meski kasusnya jarang, virus Nipah tetap menjadi ancaman serius. Kombinasi antara fatalitas tinggi, ketiadaan vaksin, serta potensi penularan yang luas membuat penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. 

Kewaspadaan masyarakat, deteksi dini, dan respons kesehatan publik yang cepat menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas dari virus mematikan ini. 

Read Entire Article