Liputan6.com, Jakarta - Kanker darah, yang awam dikenal dengan tiga istilah, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma, masih menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat. Meski demikian, dokter menegaskan bahwa kanker darah tetap bisa diobati, bahkan disembuhkan, dengan metode pengobatan yang disesuaikan dengan jenis dan sebaran kankernya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik di Mandaya Royal Hospital Puri, Kota Tangerang, dr. Toman T.J. Lumban Toruan, Sp.PD-KHOM, mengatakan, kanker darah sejatinya sama seperti penyakit lain. Selama sumber penyakitnya diketahui, pengobatan dapat dilakukan hingga tuntas.
"Kanker darah sebenarnya bisa diobati sampai sembuh. Tapi memang, kanker darah punya dampak psikologis yang paling besar bagi pasien," ujar Toman saat peluncuran Mandaya Blood Cancer Center di Mandaya Royal Hospital Puri pada Senin, 2 Februari 2026.
Dia, mencontohkan, ketika pasien disarankan menjalani pemeriksaan sumsum tulang, rasa cemas kerap muncul bukan karena prosedurnya, melainkan karena menunggu hasil pemeriksaan tersebut.
"Bahkan sebelum hasil keluar, pasien bisa tidak bisa tidur karena cemas," tambahnya.
Oleh sebab itu, pasien kanker darah membutuhkan pendampingan psiko-sosial sejak awal. Dukungan kesehatan mental, peran keluarga, serta pendampingan selama proses pengobatan menjadi hal yang sangat penting.
Secara medis, lanjut Toman, kanker darah merupakan penyakit ganas yang menyerang sumsum tulang atau yang kerap disebut sebagai 'pabrik darah'.
Pemeriksaan sumsum tulang dilakukan untuk mengetahui jenis kanker darah yang diderita pasien, sehingga terapi yang tepat dapat diberikan.
"Kanker darah bisa terjadi pada sel lymphoid, myeloid, bahkan pada sel di level paling dasar. Karena sumsum tulang memproduksi berbagai jenis sel darah, semua kelainan akan terlihat di sana," ujarnya.
Pada kondisi ini, sel darah yang seharusnya tumbuh secara normal justru berkembang secara abnormal dan tidak terkendali.
Gejala kanker darah pun bisa beragam. Menurut Toman, tanda awal sering kali tampak ringan, seperti pucat, mudah lelah, lesu, atau demam.
Namun, pada kondisi tertentu, gejala bisa menjadi lebih spesifik, seperti perdarahan, memar atau lebam yang muncul bersamaan di lengan dan kaki.
"Jangan melakukan self-diagnosis. Jika merasakan gejala mencurigakan, segera datang ke rumah sakit dan periksakan diri ke dokter atau tenaga medis yang kompeten," katanya.
Siapa Saja Berpeluang Terkena Kanker Darah?
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 400 ribu orang di dunia menderita kanker darah. Di Indonesia sendiri, lebih dari 10.000 kasus tercatat, dengan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak.
Jenis kanker darah pun beragam. Leukemia ditandai dengan peningkatan sel darah putih, limfoma menyerang sistem limfoid atau kelenjar getah bening, sementara myeloma memengaruhi sel plasma yang dikenal dengan kriteria CRAB.
Terkait faktor risiko, Toman menyebutkan hingga kini belum ada penelitian yang secara pasti menentukan penyebab seseorang terkena kanker darah. Namun, faktor genetik diduga dapat meningkatkan risikonya.
"Belum ada bukti pasti, tapi jika dalam keluarga ada riwayat kanker, jenis apa pun, kemungkinan faktor genetik bisa meningkatkan potensi berkembangnya kanker," tambahnya.
Ada Pusat Kanker Darah di Kota Tangerang
Rumah Sakit Mandaya Royal Puri meresmikan Pusat Kanker Darah, yang menghadirkan istem penanganan kanker darah yang teritegrasi. Mulai dari tahap diagnosis hingga terapi lanjutan.
"Ada lima dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik yang bergabung. Mereka berpengalaman dalam menangani berbagai kelainan darah, hingga kanker darah," ujar Presdir Mandaya Hospital Group, dr Ben Widaja.
Rumah sakit tersebut juga menggandeng National University Cancer Institute Singapore (NCIS). Sehingga memungkinkan penerapan penanganan pada protocol internasional, seperti pelaksanaan diskusi kasus multidisiplin lintas negara.

1 day ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492410/original/035837300_1770173361-Gemini_Generated_Image_3vu5uh3vu5uh3vu5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4901621/original/081247600_1721956839-fotor-ai-2024072681750.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5493036/original/017857400_1770192325-bgs_mental_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4580556/original/092818400_1695101161-robina-weermeijer-z8_-Fmfz06c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961440/original/032709700_1728222801-fotor-ai-20241006205048.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489272/original/039776700_1769836120-nipah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491545/original/056954800_1770099023-1001588980.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239018/original/038324600_1748788041-smiling-woman-eats-salad-white-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1044534/original/035641200_1446701870-tempe-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222370/original/032984500_1747391751-Ibu_muda_dan_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264371/original/050620800_1750846189-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491516/original/089285900_1770098507-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_6.10.13_PM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4561340/original/050427400_1693711631-20230903-CFD-Herman-4.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kebiasaan Merokok di Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/C_Uu_o0NS5jWxu-v9hvwbuSPqTk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491691/original/008419800_1770103991-piprim_yanuarsi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)