Maduro Ditangkap, Pengamat HI: AS Tegaskan Hegemoni

1 month ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 AS Tegaskan Hegemoni Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.(Antara/Anadolu)

PENGAMAT Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof Suzie Sudarman menilai langkah Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan pengambilalihan pemerintahan Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berpotensi kuat dikategorikan sebagai intervensi militer ilegal sekaligus pendudukan de facto.

Presiden AS Donald Trump, pada Sabtu (3/1), menyatakan bahwa Washington akan menjalankan pemerintahan Venezuela menyusul operasi militer besar-besaran yang mengakhiri kekuasaan Maduro. Operasi tersebut disebut-sebut melibatkan pengerahan kekuatan laut dan darat AS di kawasan Karibia dan pesisir Venezuela.

Menurut Suzie, tindakan AS tidak dapat dilepaskan dari kerangka National Security Strategy pemerintahan Trump yang secara eksplisit membagi dunia ke dalam tiga spheres of influence.

"Di masa kini lahir semacam strategi raya yang membagi dunia dalam bentuk tiga spheres of influence, yakni Tiongkok diakui sphere of influencenya di Asia, Rusia sphere of influence di Eropa, dan Amerika Serikat sphere of influencenya di Amerika Latin," kata Suzie kepada Media Indonesia, Minggu (4/1).

Doktrin Monroe yang Berubah Menjadi Aksi Militer

Suzie menilai kebijakan AS di Amerika Latin kini bukan lagi sekadar retorika diplomatik, melainkan telah bertransformasi menjadi aksi militer terbuka.

"Doktrin Monroe yang menjadi landasan tindakan Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin bukan lagi sekadar bisikan diplomasi, ia telah menjadi naskah eksekusi," sebutnya.

"Jika dulu Trump meminjam retorika Roosevelt tentang Big Stick Policy, kini kita menyaksikan tongkat besar itu benar-benar menghantam," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pendaratan pasukan AS dalam operasi yang disebut Southern Spear di pesisir La Guaira menjadi sinyal keras bagi kawasan.

"Operasi Southern Spear membawa pesan tunggal yaitu, 'Latin America, obey'," ujarnya.

Penempatan kapal induk USS Gerald R. Ford di Karibia juga dinilai sebagai pernyataan tegas dominasi Washington.

"Harus diakui AS saat ini membuktikan adagium bahwa Angkatan Laut adalah cara berdiplomasi. Navy is diplomacy by other means," tegasnya.

Dampak Penangkapan Maduro, Retaknya Militer Venezuela

Terkait dampak domestik di Venezuela, Suzie menyebut stabilitas politik dan keamanan masih sulit dipastikan. Namun, ia menyoroti adanya tanda-tanda keretakan internal yang serius sebelum operasi berlangsung.

"Komunikasi berhasil diputus, electronic warfare berhasil, sabotase berhasil," ujarnya.

Ia menilai moral di tubuh militer Venezuela, khususnya di tingkat elite, telah melemah akibat tekanan sanksi ekonomi berkepanjangan. Kondisi ini membuka jalan bagi dugaan keterlibatan proksi domestik.

Suzie memetakan setidaknya tiga faktor internal utama.

"Faksi Pragmatis, sebagian jenderal tinggi diam-diam menyadari bahwa kapal rezim akan tenggelam akibat sanksi dan tekanan militer. Mereka melakukan negosiasi rahasia dengan Washington demi jaminan keamanan pasca-Maduro," tambahnya.

Selain itu, ia menyebut adanya pembelotan di tubuh Direktorat Intelijen Militer Venezuela (DGCIM). Tanpa data real-time dari proksi domestik ini, katanya, operasi surgical strike akan mustahil dilakukan di jantung kota yang padat seperti Caracas. Di level bawah, faktor ekonomi juga memainkan peran besar.

"Di level bintara dan tamtama, loyalitas telah lama runtuh bukan karena ideologi, melainkan karena rasa lapar," ujarnya.

Realisme dan Logika Hegemoni AS

Suzie menegaskan bahwa langkah AS sepenuhnya mencerminkan mazhab realisme dalam hubungan internasional.

"Sistem internasional itu anarki. Tidak ada polisi dunia. Di sini berlaku interest defined as power dan self-help," terangnya.

Ketua Pusat Studi Amerika UI itu menyebut tujuan utama AS adalah memastikan hegemoninya di kawasan tidak terganggu. Cara terbaik untuk bertahan hidup adalah menjadi negara hegemoni di kawasan tersebut.

Potensi Eskalasi Regional dan Dampak Global

Menjawab potensi eskalasi konflik di Amerika Latin, Suzie merujuk pada apa yang ia sebut sebagai Trump Corollary to the Monroe Doctrine.

"Kebijakan luar negeri Trump lebih termotivasi oleh apa yang menguntungkan Amerika Serikat, what works for America atau manifestasi dari asas America First," ujarnya.

Sementara itu, dampak terhadap keseimbangan kekuatan global dinilainya relatif terbatas. Rusia dan Tiongkok diperkirakan tidak akan merespons keras.

"Tiga negara yang punya sphere of influence telah memperoleh bagiannya. Respon Rusia juga lemah, malah dituduh ada bargaining dengan persiapan Rusia mengambil Ukraina," tambahnya.

Peran PBB Dipertanyakan

Suzie juga menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan akan kesulitan mengambil langkah tegas.

"PBB dibuat oleh Amerika Serikat setelah Perang Dunia II untuk melegitimasi kekuasaannya. Aturan-aturan hukumnya dikarang oleh para yuris Amerika Serikat sehingga Amerika bebas menentukan langkahnya," terangnya.

Ia menutup dengan peringatan keras mengenai arah politik global ke depan. Dalam dunia imperialisme modern yang dipicu perebutan sumber daya mineral, tidak ada yang bisa mengalahkan negara-negara adidaya.

"Ini sungguhan suatu awal dari Perang Dunia Ketiga," pungkasnya. (Fer/I-1)

Read Entire Article