Liputan6.com, Jakarta - Meski hingga kini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, para ilmuwan mengingatkan bahwa penularan virus Nipah bukan ancaman yang bisa dianggap remeh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus mematikan ini telah beredar pada hewan penularnya, khususnya kelelawar buah, di beberapa wilayah Indonesia.
Virus Nipah merupakan penyakit Zoonosis yang berasal dari kelelawar buah genus Pteropus. Penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, terutama melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur dan urine kelelawar. Meski belum ada laporan penularan pada manusia di Tanah Air, bukti ilmiah tentang keberadaan virus ini pada hewan telah dipublikasikan sejak lebih dari satu dekade lalu.
Penelitian pertama dilakukan oleh Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, dan Trevor Taylor yang dimuat dalam jurnal internasional PLOS pada Juli 2013. Studi berjudul “Nipah Virus in the Fruit Bat Pteropus vampyrus in Sumatera, Indonesia” ini menjadi laporan molekuler pertama yang membuktikan bahwa virus Nipah beredar pada populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera. Virus yang ditemukan bahkan tidak dapat dibedakan dari virus Nipah yang terdeteksi pada kelelawar di Semenanjung Malaysia.
Temuan terbaru memperkuat kekhawatiran terkait potensi penularan virus Nipah di kawasan Asia Tenggara. Penelitian oleh Dimas Bagus Wicaksono Putro, Arief Mulyono, dan tim yang dipublikasikan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases pada April 2025 meneliti 64 kelelawar buah dari pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang.
Hasilnya, dua kelelawar dari Magelang dinyatakan positif virus Nipah. Analisis filogenetik menunjukkan virus tersebut termasuk genotipe Malaysia dan memiliki kedekatan genetik dengan virus Nipah dari Kamboja dan Thailand.
Selain itu, penelitian serologi oleh Indrawati Sendow dan Hume Field yang dimuat dalam Indonesian Journal of Biology menemukan antibodi virus Nipah pada kelelawar Pteropus vampyrus di Indonesia. Meski belum ditemukan bukti infeksi pada ternak babi, para peneliti menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dijadikan jaminan keamanan.
Menanggapi temuan-temuan tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan bahwa ketiadaan kasus pada manusia tidak berarti Indonesia berada dalam posisi aman dari penularan virus Nipah.
"Dengan ditemukannya reaktor Nipah pada kelelawar Pteropus vampyrus tetapi tidak pada babi di Indonesia, tidak berarti bahwa ternak babi aman dari infeksi Nipah," ujar Tjandra Yoga dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 6 Februari 2026.
Menurut Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, fakta bahwa virus Nipah telah terbukti beredar pada hewan penularnya harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
Dia menegaskan pentingnya pendekatan One Health, yaitu kolaborasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. "Semua hasil penelitian ini kembali menegaskan pentingnya pendekatan Satu Kesehatan atau One Health untuk mencegah potensi penularan di masa depan," katanya.
Dengan bukti ilmiah yang ada, peningkatan kewaspadaan dan penguatan sistem surveilans menjadi kunci agar Indonesia tidak kecolongan menghadapi ancaman penularan virus Nipah.

21 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473767/original/057718200_1768456004-susu_formula.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1740001/original/057180700_1508071681-Sederet-Manfaat-Rebung-untuk-Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5145121/original/055491600_1740664704-cup-with-natural-healthy-herbal-tea-made-from-turmeric-honey-spices.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3451004/original/011072500_1620374351-pexels-photo-708777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494512/original/008109200_1770294552-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_19.15.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494553/original/051612800_1770296758-gumoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5495175/original/005959500_1770358710-RSUD_PHTC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079611/original/075660400_1736152693-1735888251296_ciri-ciri-flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494751/original/006627400_1770338397-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_8.32.28_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5494501/original/080537400_1770292937-rs_terpencil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5494586/original/076610600_1770299025-sysmex.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5113396/original/015916200_1738223131-bowl-with-rice-bottle-homemade-rice-water-wooden-table-diy-skincare-product_1048944-1520705.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4939257/original/022257700_1725774273-Ilustrasi_belajar__bekerja__skripsi__begadang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241580/original/053250100_1748995770-20250604_065635.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5191148/original/015473100_1744939465-close-up-woman-crocheting-indoors_23-2148754109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494508/original/038466600_1770293379-1001600195.png)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)
