Tak Cuma Bikin Gemuk, Junk Food Ternyata Ancam Kualitas Sperma

2 weeks ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas sperma yang menurun dapat menghambat proses pembuahan dan menjadi tantangan serius bagi pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehadiran buah hati. Salah satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian adalah pola makan dan gaya hidup sehari-hari.

Asupan nutrisi yang masuk ke tubuh setiap hari berperan besar dalam menjaga fungsi organ, termasuk organ reproduksi. Ketika tubuh mendapatkan nutrisi yang tepat, vitamin dan mineral akan membantu menjaga produksi dan kualitas sperma. Sebaliknya, pola makan yang buruk justru dapat berdampak negatif dan merusak kesehatan reproduksi pria.

Dilansir dari Business Insider pada Senin, 19 Januari 2026, sebuah studi besar pada tahun 2017 yang menganalisis sampel dari sekitar 43 ribu pria di berbagai negara menemukan fakta mengkhawatirkan. Jumlah sperma pria dilaporkan menurun lebih dari 50 persen dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Meski penyebab pastinya masih terus diteliti, para ahli menilai pola makan tidak sehat, terutama konsumsi junk food secara berlebihan, menjadi salah satu faktor utama penurunan kesuburan pria.

Bahaya Junk Food terhadap Kesuburan

Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology menunjukkan hubungan erat antara jenis makanan dan kualitas sperma.

Studi yang melibatkan hampir 3.000 pemuda ini menemukan bahwa pria yang terbiasa mengonsumsi pola makan ala Barat seperti pizza, keripik, daging olahan, camilan tinggi lemak, hingga minuman berenergi memiliki jumlah sperma paling rendah.

Sebaliknya, mereka yang rutin mengonsumsi ikan, ayam, sayuran, dan buah-buahan justru memiliki kualitas dan jumlah sperma yang lebih baik.

Temuan ini menegaskan bahwa pola makan tidak hanya memengaruhi berat badan, tetapi juga berperan langsung terhadap kesuburan dan fungsi seksual pria.

Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Diwaspadai

Selain makanan, kebiasaan yang terlihat sepele juga dapat memengaruhi kesehatan testis dan produksi sperma.

Paparan panas berlebih, seperti sering berendam di air panas atau menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, dapat meningkatkan suhu testis dan menurunkan kualitas sperma.

Pria yang memakai celana dalam model longgar seperti boxer diketahui memiliki konsentrasi sperma lebih tinggi dibandingkan mereka yang memakai pakaian ketat.

Kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana depan juga perlu diwaspadai. Sebuah studi dalam Central European Journal of Urology menyebutkan bahwa radiasi ponsel dapat merusak DNA sperma dan menurunkan jumlahnya.

Pola tidur pun tak kalah penting. Pria yang tidur lebih awal, sebelum pukul 22.30, memiliki peluang lebih besar untuk memiliki sperma berkualitas dibandingkan mereka yang terbiasa begadang hingga larut malam.

Pengaruh Obat dan Kondisi Kesehatan

Tidak hanya kebiasan sehari-hari, beberapa obat yang umum dikonsumsi, seperti obat untuk mengatasi kerontokan rambut dan pembesaran prostat, serta antidepresan jenis SSRI, diketahui dapat memengaruhi produksi dan pergerakan sperma.

Selain itu, penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore yang tidak ditangani dengan baik dapat merusak saluran reproduksi pria secara permanen, meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala.

Masalah berat badan juga menjadi faktor penting. Obesitas dikaitkan dengan perubahan bentuk sperma yang tidak normal, yang dapat menghambat proses pembuahan.

Risiko ini semakin meningkat jika disertai kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta paparan zat beracun seperti pestisida dan logam berat.

Para ahli menyarankan pria yang sedang merencanakan kehamilan untuk mulai memperbaiki pola makan dan gaya hidup sejak dini.

Namun, bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan tertentu, penghentian obat harus selalu dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional.

Read Entire Article