Tragedi Sang Pewaris: Perjalanan Anak Muammar Khadafi, Saif al-Islam, dari LSE London hingga Ajal di Zintan

9 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Perjalanan Anak Muammar Khadafi, Saif al-Islam,  dari LSE London hingga Ajal di Zintan Anak Muammar Khadafi, Saif al-Islam Khadafi (kanan).(Dok. MI)

PEMBUNUHAN anak Muammar Khadafi, Saif al-Islam Khadafi, pada Februari 2026 bukan sekadar berita kriminalitas politik biasa. Ini adalah penutup dari narasi panjang seorang pria yang terjepit di antara dua dunia: demokrasi Barat yang ia pelajari di London dan kekuasaan absolut ayahnya, Muammar Khadafi, di Tripoli, Libya.

Timeline Perjalanan Hidup Saif al-Islam:

2008 Meraih gelar PhD dari London School of Economics (LSE).
2011 Revolusi Libya meletus; Saif ditangkap milisi di Zintan saat mencoba kabur ke Niger.
2015-2021 Dijatuhi hukuman mati (in absentia), kemudian dibebaskan oleh milisi Zintan namun tetap dalam pengawasan.
2026 Tewas dalam operasi senyap komando bertopeng di kediamannya, Zintan.

Intelektual yang Terjebak dalam Pusaran Revolusi

Anak Muammad Khadafi tersebut pernah dianggap sebagai "Harapan Barat". Disertasinya di LSE membahas tentang peran masyarakat sipil dalam demokratisasi. Namun, saat krisis 2011 menghantam, ia justru muncul di televisi nasional dengan pidato yang mengancam para demonstran, sebuah langkah yang menghancurkan reputasi internasionalnya dalam semalam.

Selama belasan tahun setelah kejatuhan ayahnya, Saif hidup dalam ketidakpastian di Zintan. Meski secara fisik menjadi tahanan, ia secara politik tetap aktif menjalin komunikasi dengan berbagai faksi, bahkan sempat mendaftarkan diri sebagai calon presiden pada pemilu yang terus tertunda.

Akhir Tragis di Zintan

Laporan intelijen menyebutkan bahwa Saif al-Islam dieksekusi oleh unit komando profesional yang mengetahui celah keamanan di rumah persembunyiannya. Tidak ada teriakan atau perlawanan berarti; operasi tersebut berlangsung senyap dan mematikan. Dengan kematiannya, harapan para loyalis "Hijau" (pendukung Khadafi) untuk kembali berkuasa kini berada di titik nadir.

"Dia mati membawa rahasia besar tentang kekayaan dan jaringan ayahnya yang masih tersisa di luar negeri," tulis analisis intelijen regional.

Kini, Libya berdiri di persimpangan jalan tanpa sosok Saif al-Islam. Apakah kematiannya akan meredakan ketegangan, atau justru memicu gelombang balas dendam baru dari suku-suku pendukungnya, hanya waktu yang akan menjawab. (H-3)

Read Entire Article