Virus Nipah Masuk Laporan WHO, Ini 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Setelah berita berkembang luas, akhirnya pada 30 Januari 2026 kejadian infeksi Virus Nipah di West Bengal, India, masuk dalam Disease Outbreak News (DONs) WHO. Setidaknya ada tujuh hal yang dituliskan dalam laporan WHO tiga hari yang lalu itu yang menjelaskan kejadian yang terjadi dan tentu perlu kita ketahui untuk penanggulangannya.

Pertama, dua kasus yang banyak diberitakan selama ini ternyata merupakan satu pria dan satu wanita berusia antara 20 s.d 30 tahun, yang merupakan perawat di rumah sakit swasta di Barasat.

Kedua, pasien-pasien ini ternyata sudah mulai menunjukkan gejala sakit berat pada akhir Desember 2025 dan dirawat di rumah sakit pada awal Januari 2026. Akhirnya, baru pada 13 Januari 2026 kedua pasien ini terkonfirmasi terinfeksi Virus Nipah, berdasarkan pemeriksaan di India National Institute of Virology di kota Pune melalui pemeriksaan RT-PCR dan ELISA.

Waktu saya masih menjadi Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, memang reputasi India National Institute of Virology selalu terpuji baik, dan akan bagus kalau kita di Indonesia juga punya institusi serupa.

Ketiga, sesudah dirawat di rumah sakit, sampai 21 Januari 2026 satu kasus, yaitu perawat wanita, masih kritis di ICU dengan menggunakan alat ventilator atau ventilasi mekanik. Kasus yang satunya lagi, perawat pria, juga tadinya mengalami gangguan neurologik yang berat akibat virus Nipah ini, tetapi kemudian keadaannya membaik.

Keempat, sampai laporan ini dikeluarkan, belum diketahui dari mana sumber penularan Virus Nipah yang mengenai kedua perawat ini.

Dengan belum ditemukannya bagaimana dua orang perawat di India ini tertular, maka tentu sumber penularan awalnya belum diketahui sehingga penanganannya belum sepenuhnya tuntas.

Kelima, pada 27 Januari 2026, satu badan penting lain di India, The Indian National Centre for Disease Control, resmi mengumumkan bahwa sudah tidak ada lagi kasus terkonfirmasi lanjutan dari kejadian di Barasat, West Bengal, India, ini.

Keenam, WHO menyampaikan bahwa risiko kesehatan masyarakat akibat kejadian infeksi Virus Nipah saat ini risikonya 'moderate' di tingkat subnasional India. Namun, WHO juga menyatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat di tingkat regional adalah rendah dan di tingkat global juga rendah.

Ketujuh, WHO memang sudah memasukkan virus ini sebagai patogen prioritas untuk mengakselerasi penemuan alat dan upaya penanganan (medical countermeasures/MCMs) sebagai kesiapan respons pada epidemi dan pandemi, yang merupakan bagian dari cetak biru penelitian dan pengembangan WHO (WHO R&D Blueprint) untuk epidemi.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes

Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Read Entire Article